Perhaps this shouldn't be told...
Halusnya rambut mu ketika telapak tanganku menggenggamnya, seraya tatap matamu mulai membinal. Badai didada ku betalu-talu menghantam tembok jantungku ayng mulai melemas waktu bibirku mencumbu dua helai bibirmu. Hangat dan nyaman di keremangan yang aku tak tahu entah dimana.
Nyerinya gigitanmu dengan gemas menggigiti bibirku, halusnya kulit tubuhmu ketika jemariku mencari detak jantungmu, rambut halus di belakang lehermu, menghantarkan libido yang begitu hebat. OH...merah bibirmu memang terasa sempurna ketika lidahku merabanya. Dan bahasa tubuhmu pun mulai liar.
Dan ketika kubukakan kelopak mata ini mencoba melihat kedalam kesenanganmu, kau pun menghilang. Hanya ada aku sendiri yang tergeletak sendiri disapa cahaya mentari pagi yang menyusupi jendela kamarku. Hanya imajinasi indah semalam rupanya.
No comments:
Post a Comment