Dimana kah bisa kutemukan kerendahan hati? Untuk mengakui isi dari hati yang terbentang angkuh. Untuk menyadari betapa rendahnya diriku saat sedang mencinta. Untuk membuka tabir yang tercipta karena keangkuhan hati mengharapkan yang terindah.
Kepulan kabut yang menaungi hatiku terlalu tebal untuk melihat kebenaran. Keinginan untuk merasakan sebuah cinta, memberikan inti hatiku, menyentuh bagian tubuhnya dan meresapi kehangatan, menyatakan damai yang tak terbatas yang terberikan, semua itu menghalangi mata hatiku mengerti bahwa ini bukan lagi cinta. Hari-hariku menjadi sepi tanpa hadirmu. Detik-detik merindumu mengubah kasih menjadi obsesi. Setiap detak jantungku mulai memukul-mukul hatiku dengan rasa rindu yang menginginkan dirimu.
Sebuah kehadiran akan memberikan kehangatan untuk hati yang sedang meringkuh kering. Sebuah pesan dapat menyalakan lagi cahaya untuk hati yang sedang terkurun di kegelapan. Dan sebuah suara darimu adalah makanan dari hati yang membenci mata tubuhnya karena pernah melihatkan kepadanya surga yang tak layak di dambakannya.
Sebuah hati yang kini terdiam dalam sudut yang merindu hanya bisa terdiam. Tanpa kekuatan dia mengharap. Terkalahkan logika, takut akan perhitungan yang terlalu hati-hati, kehilangan intuisi untuk memulai, dia terdiam dalam kubangan penuh air mata, tak satu kata terucapkan.
1 comment:
Post a Comment